Jumat, 25 Mei 2018



NGEBLOG ASYIK DI BULAN RAMADHAN


Berbicara tentang blog, sebenarnya saya telah mengenal blog sejak mengenyam tingkat pendidikan menengah atas bahkan sudah pernah memiliki akun blog sendiri. Namun sayang itu hanya sekedar akun dan selanjutnya saya tidak pernah aktif untuk mengisi blog tersebut. Kalau dalam bahasa bugis lawa-lawakan.
Di bulan Ramadhan ini begitu special buat saya, kesempatan langkah menghampiri saya lewat gerakan GOWA MENYALA. Dimana pada kesempatan ini gerakan tersebut memberikan pelatihan pembuatan blog secara cuma-cuma (mengapa saya bilang langkah, karena memang jarang diadakan pelatihan demikian secara gratis dan saya sangat beruntung bisa mendapat kesempatan ini).
Pagi itu tepat pukul 09.30 waktu Gowa, Sulawesi Selatan saya beranjak dari rumah untuk mengikuti training tersebut. Dengan pedenya saya bersama ponakan mengendarai motor menuju lokasi yang dalam pikiran saya berada di Jl. Adhyatsa, Makassar. Di tengah perjalanan saya berinisiatif untuk mengecek kembali broadcast kegiatan yang sebelumnya telah dishare ke group literasi and whaattt. Ternyata kegiatan bertempat di Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, Gowa. In fact, saya sudah di depan Universitas Muhammadiyah pada saat itu, otomatically the location was far enough from my position at the time huaaahhh. Okelah segera putar balik dan menuju jalan yang benar.
Ok turning to the blog training, ada banyak pelajaran yang saya dapat dari kegiatan ini. Seperti bahwa menulis itu menyangkut tentang kita di masa dimana kita tidak lagi ada di dunia ini. Lewat tulisan-tulisan orang akan mengenang kita di masa yang akan datang. Kegiatan ini makin menarik dengan dihadiri oleh pemateri-pemateri kece yang mempunyai banyak pengalaman yang menarik. Jadi membuat ngeblog di Bulan Ramadhan ini makin asiik dan bermakna, itung-itung sebagai kegiatan produktif di Bulan Ramadhan kali ini.

6 komentar:

  1. Gaya tulisannya ringan, enak dibaca buat saya yang merasa masih muda, hehehe.
    Sedikit koreksi, langkah harusnya langka. Kata dimana seharusnya penulisannya di mana, tapi lebih enak dibaca kalau pakai 'yang mana' sih :D cmiiw
    Semangat menulis :))

    BalasHapus
  2. Hai. Nanti ikutan belajar lagi teknik penulisan yok. Biar mengurangi kesalahan ejaan dan belajar penempatan awalan di- ke- dan sebagainya

    BalasHapus
  3. Semangat menulisnya, semoga bisa berbagi manfaat buat orang banyak. 😊

    BalasHapus
  4. beberapa ejaan kurang enak di baca. yuk belajar bersamalah lagi. sabar ini proses.

    BalasHapus